Pages

Minggu, 01 November 2015


Perkembangan Anak Usia Dini

A.   Pengertian Perkembangan
        Perkembangan adalah perubahan yang terjadi pada manusia secara mental, psikologi, dan lainnya, yang tidak dapat diukur dengan angka. Perkembangan bersifat kualitatif. Perkembangan akan selalu berlangsung seumur hidup.
a.    Perkembangan adalah proses yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan (maturity) yang berlangsung secara si stematik (Lefrancois, 1975) baik dalam aspek fisik maupun psikis. (Abin Syamsuddin, 1996)
b.    Perkembangan menunjuk kepada proses perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar (diulang) kembali. (Warner, 1969, dalam Moh. Surya)
c.      Perkembagan merupakan perubahan secara progresif (maju) dalam diri organisme dalam pola-pola yang memungkinkan terjadinya fungsi-fungsi baru (Moh. Surya, 1996)
d.    Perkembangan adalah perubahan kualitatif yang mengacu pada mutu fungsi organ jasmaniah, bukan organ jasmaniahnya itu sendiri. (Muhibbin Syah. 1996)

B.   Prinsip-Prinsip Perkembangan
Baltes, dkk (dalam Papalia, dkk, 2004) mengidentifikasi enam prinsip kunci tentang pendekatan perkembangan sepanjang hidup.

1.       Development is Lifelong

       Perkembangan adalah proses perubahan sepanjang hidup dalam kemampuan seseorang untuk beradaptasi terhadap situasi-situasi yang dihadapinya. Contoh, paada waktu bayi seseorang akan mengkomunikasikan kebutuhannya akan makanan dengan cara menangis. Ketika anak sudah bisa bicara, ia akan mengkomunikasikannya dengan kata-kata. Banyak orang yang beranggapan bahwa perkembangan berhenti pada masa remaja, namun orang yang sudah lanjut usiapun dapat terus tumbuh dan berkembang.

2.     Development Involves Both Gain and Loss

    Sejalan dengan meningkatnya kemampua disatu segi, seseorang mungkin akan mengalami penurunan dalam segi yang lain. Anak-anak kebanyakan tumbuh dalam satu arah, yaitu arah peningkatan, baik dalam ukuran maupun kemampuan. Remaja, secara khusus mengalami peningkatan dalam kemampuan fisik, tetapi kecakapannya dalam belajar bahasa mengalami penurunan, seperti perbendaharaan kata, secara khusus berlanjut meningkat sepanjang masa dewasa. Hal lain seperti memecahkan masalah yang asing bagi seseorang, mungkin menurun. Manusia belajar untuk memaksimalkan hal-hal yang dapat ditingkatkan dan meminimalkan penurunan dengan cara belajar mengelola atau mengkompensasi hal-hal tersebut.

3. Relative Influences of Biology and Culture Shift Over the Life Span

     Proses erkembangan dipengaruhi oleh faktor biologis dan budaya. Keseimbangan diantara kedua pengaruh tersebut berubah sepanjang waktu. Pengaruh biologis, seperti otot dan tulang yang belum matang, mungkin menghambat seorang bayi untuk bisa mandiri. Namun, budaya yang ada, seperti tuntutan pengasuhan dari orangtua untuk anak yangmasih kecil, membuat bayi tersebut tetap dapat melangsungkan kehidupannya.

4.    Development Involves a changing Allocation of Resources

    Tidak ada manusia super yang dapat melakukan semua hal. Individu memilih untuk mengalokasikan sumber-sumber yang ada, seperti waktu, energi, talenta, uang dan dukungan sosial dengan cara beragam.
          Pertama, sumber-sumber tersebut mungkin digunakan untuk pertumbuhan. Kedua, sumber tersebut digunakan untuk memelihara atau memperbaiki diri. Ketiga, sumber-sumber tersebut dipakai untuk menghadapi penurunan atau kehilangan dari sumber-sumber lain apabila pemeliharaan dan perbaikan tidak lagi dimungkinkan.

5.     Development is Modifiable

    Sepanjang hidup, perkembangan menunjukkan fleksibilitas. Anak-anak yang sebelumnya mengalami kesulitan untuk membaca dan menulis, dapat dilatih dengan mengikuti program remedial. Banyak kemampuan seperti daya ingat, kekuatan, daya tahan secara signifikan dapat ditingktkan melalui latihan dan praktik bahkan pada orang tua sekalipun.

6. Development is Influenced by The Historical  and Cultural Context

    Setiap orang berkembang dalam banyak konteks, seperti konteks keluarga, sekolah dan budaya. Konteks-konteks tersebut akan berpengaruh terhadap kehidupan seorang anak.sebagai contoh, anak yang diasuh dalam keluarga yang demokratis mungkin akan berkembang menjadi anak yang penuh inisiatif dilingkungan teman-temannya. Sejarah masa lalu juga akan mempengaruhi perkembangan seseorang. Anak yang punya pengalaman dianiaya pada masa kecilnya mungkin akan berkembang menjadi pribadi yang tidak mudah percaya kepada orang lain setelah ia tumbuh dewasa.

C.    Faktor-Faktor yang mempengaruhi Perkembangan
Ada tiga teori yang mempengaruhi perkembangan seseorang

a.    Teori Nativisme
     Teori ini mengatakan bahwa perkembangan individu ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir (pembawaan).
          Bila individu dilahirkan dengan pembawaan yang baik, maka dengan sendirinya perkembangan anak akan baik. Namun jika pembawaannya kurang baik, maka perkembangan anak juga akan kurang baik.

b.    Teori Empirisme
     Teori ini menyatakan bahwa perkembangan individu ditentukan oleh lingkungannya. Teori ini beranggapan bahwa pembawaan itu tidak ada. John Locke mengatakan bahwa saat dilahirkan, jiwa individu dalam keadaan kosong, putih bersih, dan lingkunganlah yang akan mempengaruhi dan mengisi kekosongan tersebut.

c.      Teori Konvergensi
     Teori ini merupakan perpaduan antara pembawaan dan faktor lingkungan. Pembawaan sudah ada pada individu sejak lahirnya dan pembawaan ini tidak dapat berkembang menjadi kecakapan nyata bila tidak mendapat pengaruh dari lingkungan.










DAFTAR PUSTAKA

Hildayani, Rini dkk. 2011. Psikologi Perkembangan                 Anak. Jakarta : universitas Terbuka.

Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta :                   Kencana.






 
Copyright (c) 2010 indahnya hidup. Design by WPThemes Expert

Themes By Buy My Themes And Web Hosting ReviewsCoolbthemes.com..