Pages

Jumat, 17 Februari 2017



Nah... Kali ini saya akan mengupas tentang teori Rousseau mengenai perkembangan manusia.. Bagi teman-teman yang sedang kepingin tahu atau ada tugas yang sesuai dengan materi bersangkutan silakan dibaca...



Teori Rousseau mengenai perkembangan manusia

            Menurut Rousseau tahap utama perkembangan manusia terbagi jadi empat bagian :

Tahap 1. Masa bayi (dari usia 0 sampai 2 tahun).

Bayi mengalami dunia langsung lewat inderanya. Mereka tidak mengetahui ide atau pemikiran apapun ; mereka hanya sekedar menglami rasa enak dan rasa sakit. Meskipun begitu, bayi sangat aktif, penuh ingin tahu dan cepat sekali belajar. Secara konstan merreka berusaha menyentuh segala sesuatu yang bisa diraih, dan dengan melakukannya mereka belajar tentang rasa panas, dingin, keras, lembut, dan sifat-sifat objek lainnya . bayi-bayi juga mulai mendapatkan bahasa, yang hampir-hampir dilakukan dengan cara mereka sendiri. Di satu titik, mereka mengembangkan  sebuah gramatika yang jauh lebih sempurna dari pada kita; mereka menggunakan aturan-aturan gramatika baku mereka sendiri seperti yang digunakan d dalam percakapan orang dewasa. Pada waktu-waktu tertentu kita memperbaiki kekelruan mereka, meski sesungguhnya mereka selalu memperbaikinya stiap waktu.

Tahap 2: masa kanak-kanak (dari usia 2 sampai 12 tahun).

Tahap ini dimulai ketika anak-anak mndapatkan sebuah indepndensi baru; mereka sekarang bisa berjalan, berbicara, makan sendiri, dan berlari kesana kemari. Yang pasti mereka mengembangkan  kemampuan-kemampuan ini dengan cara mereka sendiri juga.
            Selama tahapan ini, anak-anak mulai memiliki sejenis rasio tertentu namun bukan rasio yang sanggup menghadapi kejadian-kejadian yang jauh atau abtraksi-abstraksi. Lebih tepatnya, jenis rasio ini terikat langsung pada gerakan tubuh dan indera. Sebagai contoh, ketika seorang anak perempuan dapat mlemparkan bola tepat sasaran, maka dia sedang memperlihatkan pengetauhuan intuitif manusia mengenai velositas(kecepatan) dan jarak. Atau ketika seorang anak laki-laki menggali tanah dengan sebatang kayu, dia menunjukkan pengetahuan intuitif mengenai kedalaman. Namun begitu, pikiran pada tahap ini secara ekstrem masih melekat kepada hal-hal yang konkret. Rousseau memberi contoh mengenai seorang anak laki-laki yang membuat sebuah globe dari kertas karton lalu memenuhinya dengan nama-nama desa, kota dan sungai. Waktu ditanya, “apakah bumi itu? “ diapun menjawab “secarik kertas karton).

Tahap 3 : masa kanak-kanak akhir (dari usia 12 ampai 15 tahun)

Tahap ketiga adalah masa transisi antara kanak-kanak dan dewasa. Selama periode ini, anak-anak memperoleh sejumlah besar kekuatan fisik mereka bisa memotong kayu, mendorong gerobak, mencangkul dan melakukan pekerjaan orang-orang dewasa. Mereka juga membuat kemajuan yang substansial di ruang kognitif, dan mampu, sebagai contoh, menelesaikan persoalan-persoalan rumit dalam geometri dan ilmu pengetahuan. Meskipun begitu, mereka masih belum bisa memikirkan persoalan yang murni teoritis dan verbal. Karena itu, latihan kognitif mereka yang terbik adalah mengerjakan tugas-tugas konkret dan berfaedah seperti bertani, bertukang, dan membuat peta.
Diawal tahap ketiga, anak-anak pada kodratnya masih berwatak prasosial. Artinya, kepedulian utama mereka adalah apa saja yang diperlukan dan berguna bagi diri sendiri,dan sedikit saja mereka memiliki minat terhadap hubungan-hubungan sosial. Anak-anak menikmati bekerja dengan hal-hal fisik  dan belajar dari alam; dunia buku dan masyarakat masih asing bagi mereka. bahkan diakhir tahap ketiga ini sekitar usia 12 sampai 15 tahun, model bagi kehidupan anak-anak masih seperti model Robinson Crusoe, seorang pria dewasa yang hidup sendirian di sebuah pulau dan cukup dengan dirinya sendiri (self-sufficient) yang mengelola lingkungan fisiknya secara efektif.

Tahap 4. Masa dewasa.

            Anak-anak menjadi makhluk  yang sepenuhnya sosial hanya ditahap keempat, dimulai dari masa pubertas. Rousseau mengatakan bahwa pubertas dimulai pada usia 15 tahun, suatu usia yang lebih lambat dibanding kondisi kita sekarang. Tubuh mengalami peubahan dan hasrat mulai naik dari dalam dirinya. “Perubahan tempramen yang sering kali mengkristal dalam kemarahan dan sebuah pengendalian terus-menerus terhadap pikiran, membuat seorang anak hampir-hapir tidak bisa diatur lagi” . anak-anak muda bukan lagi anak-anak tapi juga belum menjadi orang dewasa, mulai memiliki perasaan malu jika berhadapan dengan lawan jenis karena kesadaran terhadap perasaan-perasaan seksualnya mulai meningkat. Dititik ini, anak muda tidak lagi bisa cukup dengan dirinya sendiri. Mereka mulai tertarik dan membutuhkan orang lain.








Sumber
Crain, William. Teori perkembangan konsep dan aplikasi. Yogyakarta : pustaka pelajar.
 
Copyright (c) 2010 indahnya hidup. Design by WPThemes Expert

Themes By Buy My Themes And Web Hosting ReviewsCoolbthemes.com..