Perkembangan
Anak Usia Dini
A. Pengertian
Perkembangan
Perkembangan
adalah perubahan yang terjadi pada manusia secara mental, psikologi, dan
lainnya, yang tidak dapat diukur dengan angka. Perkembangan bersifat
kualitatif. Perkembangan akan selalu berlangsung seumur hidup.
a.
Perkembangan adalah proses yang
dialami individu menuju tingkat kedewasaan (maturity) yang berlangsung secara
si stematik (Lefrancois, 1975) baik dalam aspek fisik maupun psikis. (Abin
Syamsuddin, 1996)
b.
Perkembangan menunjuk kepada proses
perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar (diulang) kembali.
(Warner, 1969, dalam Moh. Surya)
c.
Perkembagan merupakan perubahan
secara progresif (maju) dalam diri organisme dalam pola-pola yang memungkinkan
terjadinya fungsi-fungsi baru (Moh. Surya, 1996)
d.
Perkembangan adalah perubahan
kualitatif yang mengacu pada mutu fungsi organ jasmaniah, bukan organ
jasmaniahnya itu sendiri. (Muhibbin Syah. 1996)
B. Prinsip-Prinsip
Perkembangan
Baltes,
dkk (dalam Papalia, dkk, 2004) mengidentifikasi enam prinsip kunci tentang
pendekatan perkembangan sepanjang hidup.
1.
Development is Lifelong
Perkembangan adalah proses perubahan
sepanjang hidup dalam kemampuan seseorang untuk beradaptasi terhadap
situasi-situasi yang dihadapinya. Contoh, paada waktu bayi seseorang akan
mengkomunikasikan kebutuhannya akan makanan dengan cara menangis. Ketika anak
sudah bisa bicara, ia akan mengkomunikasikannya dengan kata-kata. Banyak orang
yang beranggapan bahwa perkembangan berhenti pada masa remaja, namun orang yang
sudah lanjut usiapun dapat terus tumbuh dan berkembang.
2.
Development Involves Both Gain and
Loss
Sejalan dengan meningkatnya kemampua
disatu segi, seseorang mungkin akan mengalami penurunan dalam segi yang lain.
Anak-anak kebanyakan tumbuh dalam satu arah, yaitu arah peningkatan, baik dalam
ukuran maupun kemampuan. Remaja, secara khusus mengalami peningkatan dalam
kemampuan fisik, tetapi kecakapannya dalam belajar bahasa mengalami penurunan,
seperti perbendaharaan kata, secara khusus berlanjut meningkat sepanjang masa
dewasa. Hal lain seperti memecahkan masalah yang asing bagi seseorang, mungkin
menurun. Manusia belajar untuk memaksimalkan hal-hal yang dapat ditingkatkan
dan meminimalkan penurunan dengan cara belajar mengelola atau mengkompensasi
hal-hal tersebut.
3. Relative Influences of Biology and
Culture Shift Over the Life Span
Proses erkembangan dipengaruhi oleh
faktor biologis dan budaya. Keseimbangan diantara kedua pengaruh tersebut
berubah sepanjang waktu. Pengaruh biologis, seperti otot dan tulang yang belum
matang, mungkin menghambat seorang bayi untuk bisa mandiri. Namun, budaya yang
ada, seperti tuntutan pengasuhan dari orangtua untuk anak yangmasih kecil,
membuat bayi tersebut tetap dapat melangsungkan kehidupannya.
4.
Development Involves a changing
Allocation of Resources
Tidak ada manusia super yang dapat
melakukan semua hal. Individu memilih untuk mengalokasikan sumber-sumber yang
ada, seperti waktu, energi, talenta, uang dan dukungan sosial dengan cara
beragam.
Pertama,
sumber-sumber tersebut mungkin digunakan untuk pertumbuhan. Kedua, sumber
tersebut digunakan untuk memelihara atau memperbaiki diri. Ketiga, sumber-sumber
tersebut dipakai untuk menghadapi penurunan atau kehilangan dari sumber-sumber
lain apabila pemeliharaan dan perbaikan tidak lagi dimungkinkan.
5.
Development is Modifiable
Sepanjang hidup, perkembangan
menunjukkan fleksibilitas. Anak-anak yang sebelumnya mengalami kesulitan untuk
membaca dan menulis, dapat dilatih dengan mengikuti program remedial. Banyak
kemampuan seperti daya ingat, kekuatan, daya tahan secara signifikan dapat
ditingktkan melalui latihan dan praktik bahkan pada orang tua sekalipun.
6. Development is Influenced by The
Historical and Cultural Context
Setiap orang berkembang dalam banyak konteks,
seperti konteks keluarga, sekolah dan budaya. Konteks-konteks tersebut akan
berpengaruh terhadap kehidupan seorang anak.sebagai contoh, anak yang diasuh
dalam keluarga yang demokratis mungkin akan berkembang menjadi anak yang penuh
inisiatif dilingkungan teman-temannya. Sejarah masa lalu juga akan mempengaruhi
perkembangan seseorang. Anak yang punya pengalaman dianiaya pada masa kecilnya
mungkin akan berkembang menjadi pribadi yang tidak mudah percaya kepada orang
lain setelah ia tumbuh dewasa.
C. Faktor-Faktor
yang mempengaruhi Perkembangan
Ada
tiga teori yang mempengaruhi perkembangan seseorang
a.
Teori Nativisme
Teori ini mengatakan bahwa
perkembangan individu ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir
(pembawaan).
Bila
individu dilahirkan dengan pembawaan yang baik, maka dengan sendirinya
perkembangan anak akan baik. Namun jika pembawaannya kurang baik, maka
perkembangan anak juga akan kurang baik.
b.
Teori Empirisme
Teori ini menyatakan bahwa
perkembangan individu ditentukan oleh lingkungannya. Teori ini beranggapan
bahwa pembawaan itu tidak ada. John Locke mengatakan bahwa saat dilahirkan,
jiwa individu dalam keadaan kosong, putih bersih, dan lingkunganlah yang akan
mempengaruhi dan mengisi kekosongan tersebut.
c.
Teori Konvergensi
Teori ini merupakan perpaduan antara
pembawaan dan faktor lingkungan. Pembawaan sudah ada pada individu sejak
lahirnya dan pembawaan ini tidak dapat berkembang menjadi kecakapan nyata bila
tidak mendapat pengaruh dari lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
Hildayani,
Rini dkk. 2011. Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta : universitas Terbuka.
Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Kencana.

